Anatomi Kulit & Sol Pilihan
Ketahanan sepatu sejati terletak pada apa yang tersembunyi di dalam solnya. Kami membuka setiap lapisan bahan yang merangkai sepasang Sepatu Banjar.
Lima Komponen Penopang Ketahanan
Kombinasi material alami Kalimantan dan kulit samak terbaik Nusantara.
Kulit Samak Nabati 2.2mm
Bahan luar (upper) disamak menggunakan ekstrak kulit pohon alami. Menolak air, bernapas bebas di iklim tropis, dan menghasilkan patina legam berkilau.
Insole Kulit Sapi Solid 4mm
Bantalan tapak dalam bukan busa spons sintetis yang cepat kempes, melainkan kulit punggung sapi tebal yang perlahan membentuk cetakan telapak kaki Anda.
Shank Penguat Kayu Ulin
Tulang punggung sol menggunakan kayu ulin (ironwood) Kalimantan yang terkenal tahan terhadap kelembapan air tawar dan tidak berkarat seperti baja tipis.
Cork Filler Alami
Rongga antara insole dan outsole diisi serbuk gabus alami dicampur perekat getah damar untuk meredam kejut benturan saat melangkah di jalan aspal.
Outsole Karet Mentah Vulkanisir
Kompon karet vulkanisir padat yang tahan kikis dan memberikan daya cengkeram anti-slip tinggi pada lantai ubin basah maupun titian kayu dermaga.
Benang Linen Berlapis Lilin
Benang jahit rami tebal yang dilumuri malam lebah hutan untuk menyumbat lubang tusukan jarum dari rembesan air hujan dan lumpur jalanan.
Alasan Kami Menolak Karton Pabrikan
Sebagian besar sepatu modern menggunakan karton bubur kertas (cellulose board) di bawah bantalan kaos kaki. Ketika Anda terkena hujan atau genangan air pasang surut sungai, karton tersebut akan hancur dan sol sepatu menjadi patah.
Dengan memakai kulit nabati dan kayu ulin utuh, sepasang Sepatu Banjar tetap kokoh meski basah kuyup. Cukup diangin-anginkan di tempat teduh dan diolesi minyak kulit, sepatu kembali siap melangkah.